Proses Produksi


PROSES PRODUKSI

“ROTI  EYANG “

Roti Eyang

PEMILIHAN BAHAN DASAR ROTI EYANG

Pemilihan bahan dasar Roti Eyang dilakukan dengan teliti sesuai dengan kebutuhan bahan dasar yang diperlukan. Dengan memperhatikan kwalitas bahan dasar tersebut, pastikan bahan bersertifikat halal dan bahan yang digunakan cukup tersedia dan disimpan dengan baik.

 

TEPUNG TERIGU

Tepung terigu yang digunakan yaitu tepung terigu yang berprotein tinggi. Hal ini dikarenakan tepung dengan protein tinggi menghasilkan gluten yang banyak dab teksturnyapun bagus. Boleh juga mencampurnya dengn tepung terigu protein sedang, ini akan membuat roti menjadi semakin empuk. Jika ingin mencampur kedua tepung ini syaratnya adalah jumlah tepung terigu protein tinggi harus lebih banyak dari protein sedang. Contoh: untuk 500 gram tepung terigu, terdiri dari 400 gram tepung protein tinggi dan 100 gram tepung protein sedang.

RAGI

Bahan pembuat roti yang penting lainnya yaitu ragi. Membuat roti tanpa menggunakan ragi akan menghasilkan roti yang tidak mengembang sempurna. Tetapi harus perhatikan juga ragi yang digunakan. Ragi yang sudah terpakai dan masih bersisa sebaiknya disimpan jangan terlalu lama, karena ragi tidak akan rusak. Ada banyak macam ragi tetapi kebanyakan orang menggunakan ragi instan karena lebih praktis.

GULA

Gula yang digunakan dalam pembuatan roti tidak hanya bermanfaat untuk memberi rasa manis pada roti, tetapi juga mempunyai fungsi lain, yaitu membantu mengembangkan volume roti karena gula membantu kerja ragi lebih cepat dan gula juga berfungsi untuk memberi warna pada kulit roti sehingga warnanya menjadi coklat keemasan.

TELUR

Telur membuat roti mengambang dan lembut. Jika ingin roti bertekstur kenyal gunakan telur yang utuh ataupun putih telurnya saja, dan jika ingin roti bertekstur empuk maka gunakan kuning telur lebih banyak.

CAIRAN

Cairan pada bahan dasar roti bisa berupa air ataupun susu. Umumnya orang menggunakan air, tetapi menambahkan susu bubuk sehingga rasa gurihnya bisa ditambahkan atau dikurangi.

LEMAK

Lemak yang dimaksud disini adalah margarin dan mentega. Margarin/mentega termasuk bahan pembuatan roti yang tidak boleh tertinggal. Tanpa bahan ini, roti akan menjadi tidak enak dan tekturnya tidak lembut.

 

GARAM

Bahan yang tidak kalah pentingnya yaitu garam. Garam sangat disarankan untuk ditambahkan ke adonan, itu karena garam berfungsi mengikat air. Itu sebabnya garam dimasukkan pada tahap terakhir pengadonan.

PELEMBUT DAN PENGEMBANG

Pelembut dan pengembang umumnya digunakan untuk roti yang akan dijual agar lebih mengembang dan tekstur lembutnya bertahan lebih lama. Jika untuk rumahan cukup menggunakan cairan, lemak, dan telur saja.

 

PENIMBANGAN BAHAN

Dalam penimbangan dilakukan dengan teliti sesuai dengan ukuran yang sudah ada di formula atau komposisi. Hindari bahan yang tercecer dan gunakan alat yang sesuai untuk melakukan penimbangan. 

 

PENGADONAN

Pengadonan bisa dengan tangan seperti gerakan menggilas cucian, atau dengan mixer menggunakan kaki spiral. Adonan sampai elastis betul, cara mengetesnya yakni dengan mengambil sedikit adonan lalu tarik, apabila tidak mudah sobek berarti adonan sudah elastis.

 

       Berikut ini langkah-langkah pengadonan roti:

a. Campur semua bahan kering kecuali garam.

b. Masukkan cairan (air/susu) dan telur

c. Setelah tercampur sempurna, baru masukkan garam dan lemak (mentega)

 

PENGEMBANGAN ADONAN/FERMENTASI

Fermentasi pada pembuatan roti dimulai ketika adonan sudah elastis. Biarkan adonan dalam keadaan tertutup di suhu ruangan agar mengembang dengan sempurna. Biasanya pengembangan roti tidak bisa dipatokkan oleh waktu, bisa lebih cepat dari waktu yang di tentukan, dan juga bisa lebih lama. 

Untuk mengetahu roti sudah mengembang sebaiknya lakukan hal berikut ini: Kuak adonan perlahan, bila sudah terlihat serat di permukaan roti makan roti sudah cukup melalui proses fermentasi.

Ada 3 hal yang dapat menghambat fermentasi, yaitu:

a. Ragi yang digunakan sudah tidak berkualitas baik

b. Adonan tidak menggunakan gula

c. Saat fermentasi udara tidak cukup hangat untuk membuat ragi  mengembang.

  

PEMBAGIAN DAN PENIMBANGAN ADONAN 

Pembagian dan penimbangan adonan dilakukan dengan menggunakan peralatan pembagi adonan yang dapat diatur berat adonan misal 45, 50 atau 55 gram

 

PEMBENTUKAN DAN PENGISIAN ADONAN

Dilakukan satu persatu dimulai dari pembulatan adonan kemudian dilakukan pengembangan adonan selama sekitar 1 hingga 2 jam tergantung suhu udara saat itu. Setelah mengembang dilakukan pengisian adonan misal keju, coklat, kacang dlsb. 

Yang terpenting saat pengisian roti adalah adonan roti tidak berair ataupun berminyak. Begitu juga dengan isiian roti tersebut, tumisan isi tidak boleh terlalu kering agar tidak keras. Setelah diisi, roti kembali di fermentasi. Saat fermentasi terkakhir roti akan mengembang kembali. Dan sebelum dimasukkan ke oven sebaiknya perbaiki kembali bentuk roti akan lebih sempurna.

 

PENGEMBANGAN ROTI 

Setelah adonan berbentuk roti dilakukan pengembangan dengan menggunakan alat pengembangan roti listrik dengan temperatur berkisar 40 sampai 45 derajat dengan waktu kurang lebih satu jam

 

PENGOVENAN ROTI

Pengovenan dalam pembuatan roti sangat penting. Peralatan oven harus di stel dahulu temperatur dan lama nya pembakaran sehingga dihasilkan roti dengan kematangan yang pas. Roti yang terlalu lama di oven akan menjadi kering dan keras. Lamanya pengovenan tentu sangat berhubungan dengan besarnya roti. Semakin besar ukuran roti maka semakin lama pengovenannya. Untuk ukuran roti sekali makan rata-rata membutuhkan waktu 8-12 menit.

 

 

From The Oven

 

PEMOLESAN /TOPPING ROTI EYANG

Setelah pengovenan selesai dilakukan pengolesan butter agar roti terlihat mengkilap dan dilakukan topping sesuai rasa roti misal coklat, abon atau keju

 

PENDINGINAN ROTI EYANG

Pendinginkan roti dilakukan diatas rak kawat atau rak loyang. Biarkan uap panas keluar dari roti. Setelah dingin, tempatkan roti di dalam wadah kedap udara agar roti tidak kering dan tetap lembut. Roti bisa bertahan 2 hari di suhu ruangan dengan penyimpanan yang tepat. Jika dimasukkan ke freezer, roti bisa bertahan selama 1 bulan dengan penyimpanan yang benar.

  

Produksi

 

PENGEMASAN/LABELLING, DISTRIBUSI DAN PENGIRIMAN ROTI EYANG

Setelah semua Roti Eyang mendingin maka dimasukan dalam plastik kemasan lalu dilakukan penempelan stiker rasa sesuai dengan jenis roti, harga serta expired date. Kemudian satu persatu roti dimasukan kedalam box kemasan berisi 10 atau 30 roti dan Roti Eyang siap di kirim.

  

*****

 

diambil dari berbagai sumber

ROTI EYANG

081287811500

Email: info@rotieyang.com

Comments